Ganti Blog

Maaf……blog ini tidak diupdate lagi serta artikel2 yang ada diblog ini kami alihkan ke blog kami yang baru di
www.abuwaznah.co.cc

Sejarah Penulisan Hadits (Masa Rasulullah SAW dan Sahabat R.A)

Oleh: Lukman Ma’sa

Muqaddimah
Tidak dapat disangkal lagi bahwa kegiatan tulis menulis dan juga kegiatan pendidikan di dunia Islam telah berlangsung sejak zaman Nabi SAW masih hidup. Ini dapat dilihat dengan adanya bukti-bukti bahwa ketika nabi masih hidup, para sahabat banyak yang mencatat hal-hal yang diimlakan beliau kepada mereka. Ada juga sejumalah sahabat yang menyimpan surat-surat nabi atau salinannya. Hudzaifah r.a. menutukan bahwa Nabi meminta dituliskan nam orang-orang yang masuk Islam, maka Hudzaifah menuliskannya sebanyak 1500 orang. Selain itu ada juga aturan registrasi nama orang-orang yang mengikuti perang.
Bahkan seperampat abad sesudah Nabi wafat, di Madinah sudah terdapat gudang kertas yang berhimpitan dengan rumah Utsman bin Affan. Dan menjelang akhir abad pertama pemerintah pusat membagi-bagi kertas kepada para gubernur.
Rasulullah SAW yang menjadi kepala negara Madinah semenjak tahun pertama Hijriyah hidup di tengah-tengah masyarakat sahabat, para sahabat bisa bertemu dengan beliau secara langsung tanpa adanya birokrasi yang rumit seperti sekarang ini. Rasulullah SAW bergaul dengan mereka di masjid , di pasar, ruma dan dalam perjalanan.
Segala ucapan perbuatan dan kelakuan Rasulullah SAW-yang kita kenal sabagai hadits – akan menjadi ushwah bagi para sahabat r.a. dan mereka akan berlomba-lomba mewujudkannya dalam kehidupan mereka. Tidak dapat kita sangkal bahwa tidak semua sahabat mendengar satu hadis secara bersamaan, sehingga ada sahabat yang menuliskan hadits dalam shahifah agar tidak tercecer, seperti shahifah Abdullah bin Amru bin Ash.
Bagaimana hal ini bisa terjadi sementara hadits dari Abu Said al Khudri meyebutkan Baca selebihnya »

Konsep Penghargaan Dan Sanksi Dalam Pendidikan Islam (Studi Kasus Pedidikan Pada Anak)

Oleh: Lukman bin Ma’sa

Muqaddimah
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Aku Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi, selain Allah; dan aku bersaaksi bahwa sesungguhnya Muhammad itu hamba dan rasul-Nya.
Anak merupakan amanah yang diberikan Allah kepada para orangtua, dan wajib ditunaikan. Kenyataan bahwa banyak kaum ibu yang lebih memilih karir daripada pendidikan anaknya. Mereka menitipkan anak pada pembantu atau baby sister. Sebaliknya ada sebagian ibu yang mencurahkan seluruh waktunya untuk keluarga dan anaknya, tetapi mereka menerapkan metode pendidikan yang salah kepada anaknya.
Pendidikan anak dengan metode pemberian penghargaan dan hukuman banyak disepelehkan oleh para pendidik, karena sudah begitu biasa dilakukan. Sehingga kententuan dan aturan yang ada pun dilupakan bahkan banyak yang tidak menyadari kalau hal yang dianggap sepele itu memiliki aturan. Padahal, kekeliriun pada saat menerapkan metode pendidikan ini, bisa berakibat fatal sehingga merusak kepribadian anak yang sebelumnya sudah terbentuk dengan baik. Baca selebihnya »

MEMBANGUN MASYARAKAT YANG ISLAMI

Oleh: Lukman Abu Waznah

Muqaddimah
Kalau kita berbicara tentang masyarakat yang islami, maka ingatan kita akan terbayang pada masyarakat Islam di Madinah pada awal-awal perkembangan Islam dibawah bimbingan manusia yang mulia dan lihai dalam membentuk tatanan sosial yang rapi dan sempurna yaitu rasulullah saw. dimana beliau benar-benar berhasil membangun masyarakat yang madani, yang belum ada duanya di dunia ini. Di madinah rasulullah telah mencontohkan dan membuktikan serta memperlihatkan kepada seluruh dunia tatanan masyarakat yang sempurna , dimana seluruh anggota masyarakat yang heterogen itu hidup damai, sejahtra, saling tenggang rasa, aman dan saling mencintai hidup rukun berdampingan walaupun mereka berbeda keyakinan dan idiologi.
Ketika orang-orang barat membangga-banggakan kemajuan Yunani dan Rum dimasa lalu, tetap saja mereka tidak dapat menjadika kehidupan masyarakat Yunani dan Rum itu sebagai contoh tatanan sosial yang baik untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat mereka. Seperti apa yang didamba-dambakan oleh umat Islam akan kembalinya masyarakat Madinah dalam kehidupan mereka, yang berdasarkan syari’at islam.
Baca selebihnya »

TINJAUAN TENTANG SYARI’AT ISLAM

Oleh: Lukman Abu Waznah

Muqaddimah
Menegakkan Syari’at Islam dalam kehidupan sehari-hari adalah sesuatu yang harus dilaksanakan karena demikianlah yang diperintahkan Allah kepada setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan.
Allah berfirman :
         •       
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain), tentang urusan mereka…”(Q.S. Al-ahzab/33:36) .

Demikian pula Rasulullah Saw jauh hari telah mengingatkan kita akan wajibnya berhukum hanya kepada apa yang beliau bawa sebagaimana sabdanya:
لاَيُؤمِنُ اَحَدُ كُم حَتَّى يَتَّبِعُ هَوَاهُ لِمَاجِئتُ بِهِ.
“Salah seorang diantara kamu tidak beriman sebelum hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa” .

Di sini sangat jelas bahwa iman seseorang tidak sempurna kecuali jika beriman kepada Allah, rela kepada keputusannya dalam masalah kecil maupun besar, berhukum kepada syari’at-Nya dalam segala masalah, baik yang berkaitan jiwa, harta, dan kehormatan .
Selain ayat-ayat, hadis dan keterangan ulama diatas masih banyak ayat lain yang memerintahkan umat Islam agar menjalankan Syari’atIslam dan menegakkannya di muka bumi ini dan menjadikannya sebagai sumber hukum. Maka dari sini penerapan Syariat Islam bagi umat Islam merupakan sesuatu yang mendesak untuk segera dilaksanakan . Baca selebihnya »

Muthafa Kamal Attaturk Pasya (1880-1938 M) ”Manusia Berhala”

Oleh : Lukman, Maulana, Riyan

Muqaddimah
Prinsip perjuangan Musthafa Kamal Pasya (Kemalisme) adalah berorientasi pada sekularisme, penghapusan peran agama dari kehidupan publik, dengan mencontoh, mengekor secara membabibuta kepada Barat. Idiologi ini, yang sejak awal diperkenalkan pada masyarakat Turki telah menimbulkan kontroversi, pro dan kontra. Sebagai idiologi politik, Kemalisme telah melahirkan nilai-nilai yang bertentagan dengan Islam. Dimana Islam selaku al-Din mengatur segala aspek kehidupan baik privat maupun publik.
Dalam mengusung ide-idenya, Musthafa Kamal yang sejatinya adalah seorang Yahudi, menggunakan institusi militer, karena dengan sokongan mileter yang kuat dia dapat dengan leluasa memaksakan idiologinya. Sebagai seorang pembesar militer dia dengan mudah membentuk satuan-satuan pengawal yang siap mati membela dan mempertahankan pendapatnya, hingga kedalam sidang-sidang parlemen mereka kontrol. Baca selebihnya »

Tantangan Penerapan Syari’at Islam Di Indonesia

Oleh: Lukman Abu Waznah

Pendahuluan
Kerusakan moral, prilaku-prilaku yang menyimpang dari Syari’at Islam kini banyak dilakukan oleh umat Islam sendiri, dan saat ini sudah sangat memprihatinkan. Padahal kita mengetahui bahwa Allah Swt. menurunkan al- Islam, sebagai pedoman hidup. Tapi pada kenyataannya sebagian besar kaum muslimin tidak menjalankan apa yang telah diatur dalam Islam. Ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman kaum muslimin terhadap agamanya sendiri.

Untuk itulah, al- Islam yang berisi aqidah, Syari’at dan akhlak wajib dida’wahkan baik secara kultural maupun struktural, dengan tujuan agar umat manusia hanya beribadah dan berhukum kepada hukum Allah. Sebab tujuan dari penciptaan manusia dan jin itu sendiri adalah semata-mata untuk beribadah kepada-Nya. Allah berfirman : Baca selebihnya »